The Eldest is respected in his house, the headman in his village, A king is respected in his country, but the learned everywhere, Sanskrit Sloka

Yahudi dan Koloni ke V

by Gigih Pribadi | 11:38 PM in |


Ada yang menarik dari koleksi tulisan Pramoedya Ananta Toer. Yaitu kisah tentang pengembaraan Yahudi dan koloni ke lima. Terutama mengenai sejarah Yahudi dalam memulai pengembaraan dan membangun peradaban di seluruh dunia. Setidak-tidaknya pengembaraan ini menjadi Epos dalam sejarah Eropa begitu kata Pram.

Dalam tulisannya, buru-buru Pram menulis “Kalau aku kutipkan di sini sedikit penggalan sejarah yang tak banyak ditandai oleh tahun-tahun, bukanlah berarti, aku sedang mengelus-elus kepala golong-an Yahudi dan menjadi pendekar Zionisme. Kita harus berani hadapi kenyataan-kenyataan sejarah dan belajar daripadanya, karena sejarah ditulis memang untuk dipelajari, dan bukan malah lari daripadannya”. Ehm sangat relevan dalam kondisi abad ini.

Saya teringat pendapat ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Farid Wadji dalam sebuah diskusi di SCTV saat gencar-gencarnya Israel menyerang Gaza Palestina. Pendapat yang cenderung sederhana untuk tidak dibilang bodoh,”Mari kita serang saja Israel, kita kirimkan saja TNI ke sana sebagai tentara yang profesional”, atau saat dia menyela Tifatul Presiden PKS saat Tifatul mengatakan PKS menyetujui proposal Palestina 1967. “Oh jadi anda menyetujui Israel!, Anda menyetujui pendudukan Israel di Palestina”. Yang bikin geli lagi saat diskusi memasuki peran Arab dalam membela Palestina. “Dulu itu kenapa tentara-tentara Arab selalu kalah, karena mereka mengeluarkan tentara-tentara kelas dua, untuk menyerang Israel”. Puncaknya ketika setiap orang menyampaikan kesimpulannya, Si Farid ini hanya bilang “Khalifah Yes!!!”

Inilah mungkin contoh dari orang-orang yang lari dari sejarah, dan tidak berani menghadapai kenyataan-kenyataan sejarah apalagi belajar daripadanya. Saya sangat geli saat si Farid mengatakan Arab selalu kalah perang melawan Israel karena mengeluarkan tentara kelas dua. Apakah si Farid ini mengetahui dalam perang terakhir di tahun 1973. Pasukan Israel hampir menduduki Cairo Mesir, dan Damaskus Suriah, tinggal 100 Km lagi. Untung saja Uni Soviet mengancam Israel dan Amerika, akan terjadi perang Nuklir apabila mereka melakukannya. Yah saya kira pendapat Farid yang lain dapat anda analisis sendiri.

Sebenarnya bagaimanakah kisah dan peran bangsa yang unik ini, dalam mengarungi jalan sejarahnya. Terlebih kemampuan Yahudi dalam membangun sebuah peradaban. Bahkan dalam surat salah seorang pendiri Amerika Thomas Jefferson kalo tidak salah, karena saya membacanya sekilas dari Kompas. Dia mangatakan “Saya percaya pada bangsa Yahudi sebagai bangsa yang terbaik dalam membangun peradaban”. Berikut yang dituliskan oleh Pram, yang tentunya saya tulis ulang kembali.

Setelah pengusiran yang dilakukan oleh Romawi dari daerah asalnya pada tahun 70 Masehi, bangsa Yahudi mulai mengembara, menepi kali Tyrus dan Sidon dan melalui kota-kota pelabuhan lainnya mereka mulai tersebar ke seluruh penjuru sekitar laut tengah, pergi ke Athena, Antiochia, Alexandria, Chartago, Roma, Marseille sampai-sampai ke ujung Iberia. Setelah hancurnya kuil, mereka sembari tetap menjaga kepercayaan lama dan tradisi, serta sabar dan bertekad berjaga akan datangnya hari pembebasan. Perpindahan itu hampir-hampir merupakan perpindahan bangsa yang menempuh dua jalan pokok.

Yang pertama, lewat danau Donau dan Rijn untuk kemudian meneruskan pengembaraan ke Polandia dan Rusia. Jalan pokok ke dua ialah ke Spanyol dan Portugis mengikuti jalan kemenangan orang-orang Moor (711 Masehi). Di Eropa tengah mereka memiliiki kelebihan sebagai pedagang dan bankir, di semenanjung Iberia Besar dengan cepat mereka dapat kuasai Ilmu dan pengetahuan tentang obat-obatan dari bangsa Arab, matematik dan filsafat dan perkembangan kebudayaan sendiri dalam sekolah besar di Kordoba, Barselona dan Sevilla yang waktu itu dalam kekuasaan bangsa Moor atau Muslim.

Watak puritan dan keahlian-keahlian sebagai akibat dari penindasan ini terus mereka perkambangkan di tanah air mereka yang baru. Setelah Romawi menjadi semakin kuat, karena telah mendapatkan sendi-sendi baru dan riil dari golongan Yahudi, ditambah pula dengan meluasnya agama Kristen, yang masih muda belia disana. Yahudi mengalami pengusiran, sama halnya dengan yang dialami umat Kristen sendiri sebelum memegang kekuasaan Negeri. Setelah Yahudi di Romawi diusir, boyonglah mereka itu meninggalkan Romawi ke Semenanjung Iberia-Spanyol dan Portugis. Romawi jatuh, Spanyol dan Portugis bangkit berdiri.

Tulisan W Durant yang dikutip Pram mangatakan, Yahudi-yahudi Spanyol mengalami kemakmuran dan perkembangannya sampai datang saatnya Granada dan bangsa Moor dikalahkan oleh Ferdinand pada tahun 1492. Tetapi ada yang menarik, kekalahan ini sudah pasti pengusiran kaum Moor dari daratan Spanyol. Bagi kaum Yahudi, mereka dihadapkan pada Inquisisi atau pengadilan agama. Mereka harus memilih Dibaptis, atau pembuangan atau pensitaan harta benda mereka.

Selanjutnya kata Durant, tindakan biadab Inquisisi ini tidak disebabkan karena Gereja begitu memusuhi Yahudi -para Paus berkali-kali menyatakan protes atas Inquisisi yang terjadi. Tetapi Raja Spanyol menganggap bahwa ia dapat memasukkan lebih banyak ke dalam perbendaharaannya dengan uang yang oleh ras asing ini dikumpulkannya dengan kerja keras. Kira-kira pada tahun Columbus menemukan Amerika, Ferdinand menemukan Yahudi.

Golongan besar orang-orang Yahudi lebih suka memilih nasib pahit dan mulai mencari tanah air baru. Beberapa diantara mereka berlayar pergi ke Genoa dan kota-kota pelabuhan di Italia lainnya. Karena disana ditolak, mereka teruskan pelayaran dalam keadaan sengsara dan banyak penyakit ke pantai Afrika, dimana banyak diantara mereka dibunuh karena perhiasan, yang semestinya mereka jual.

Akhirnya setelah masa pencarian itu beberapa disambut di Venesia, karena kota ini menyadari bahwa sukses-suksesnya di lapangan maritim adalah karena jasa Yahudi. Beberapa ada yang menyokong pelayaran Columbus -barangkali orang se-rasnya- dengan uang, dengan harapan dapat menemukan tanah air baru bagi mereka.Beberapa lagi mengarungi Selat Inggris dan Prancis yang akhirnya membawan mereka menemukan Holland, sebuah negeri kecil tetapi menyambut dan menerima mereka dengan senang hati.

Puncaknya kata Durant, Setelah pengusiran Yahudi dari Spanyol yang tumbuh miskin mulailah Holland berkembang.....

Tampaknya garis nasib telah memutuskan Spanyol yang awal mulanya adalah negeri yang kuat, harus ambruk dan berdirilah Belanda sebagai negeri kuat setelah itu. Dari Belanda kata Pram, Yahudi mulai menyebarkan diri ke berbagai tempat di Eropa Barat.

Sudah tentu kebangkitan dan keruntuhan negara itu bukanlah karena datang dan perginya golongan Yahudi. Menurut Pram, sebagai golongan atau bangsa, dia tidaklah mempunyai daya-daya gaib. Yang memegang kunci rahasia ini adalah kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh golongan ini. Yang kurang atau bahkan tidak dimiliki oleh penduduk lokal. Mereka itu puritan secara tradisional, bertradisi kerja keras dan hemat, produktif dalam barang dan jasa, penghimpun modal-modal baru, yang berarti kemampuan-kemampuan baru bagi masyarakat sekitar. Dengan keupuritanan pada mereka, masyarakat menjadi lebih kaya dan mampu.

Jika kita terus mengikuti kisah pengembaraan orang Yahudi ini, kita akan sampai pada jaman Nazi Hitler Jerman dan negara Israel sesudahnya. Disini kita tidak akan membahasnya, karena sudah terlalu banyak yang membahas mengenai Nazi dan Hitler. Lalu mangapa sebuah bangsa yang begitu berjasa bagi kemajuan Eropa harus terus mengalami perlakuan diskriminasi berulang oleh masyarakat Eropa sendiri?. Berulang hingga terwujud negara Israel di Timur tengah, lalu kenapa harus ada negara Yahudi di Timur Tengah? Kenapa tidak di tengah Eropa saja, toh sudah banyak jasa Yahudi dalam memajukan Eropa.

Hal ini dapat kita telusuri dalam berbagai literatur Barat, Menurut Pram sering diterakan Yahudi sebagai orang pelit, penghisap darah, serta Asosial. Amat mudah dipahami karena struktur masyarakat Eropa yang Feodal-Burjuasi tidak memberikan tempat kepada golongan ini sampai mereka menjadi sesamanya. Ke dua, karena kekerdilan jiwa lebih banyak melihat kejelekan orang yang mempunyai kelebihan-kelebihan darinya, daripada melihat kelebihan-kelebihannya itu.

Puncak diskriminasi di Eropa terjadi saat Hitler berkuasa. Ilmu pengetahuan banyak yang dipermainkan oleh ide tentang pemurnian ras. Kata Pram Sarjana banyak yang dikadali bahkan membiarkan dirinya dikadali. Karena pada kenyataannya, bahwa sempurnanya tubuh tidak pernah menjamin sempurnannya jiwa dan juga dari kenyataan, bahwa jiwa yang baik belum tentu dapat melahirkan jiwa-jiwa yang sebaik dirinya.

Sepertinya orang-orang Eropa dan Amerika masih ingin dan terus mengoptimalkan peran dan fungsi Yahudi. Tanpa harus menerima efek samping dari penyatuan Yahudi kedalam sturkutur masyarakatnya. Yangmana mereka telah merasakan suka dukanya selama berabad-abad. Akibatnya berburulah mereka tanah diluar Eropa yang pantas untuk Yahudi, sekaligus mempertegas aspek Religius yang menjadi dasar gerakan Zionisme untuk perlunya kembali pada tanah yang dijanjikan. Klop sudah yang berakhir pada berdirinya negara Israel di Jerusallem dan sekitarnya.

Kisah pengembaraan yahudi mengingatkan saya pada kisah film The Matrix. Yang menurut saya lebih seperti dakwah virtual orang-orang Yahudi di Dunia. Bagaimana peran Neo sebagai sang pembebas, nasib kota Zion,Zion atau Zionis,kisah koloni manusia di Film itu yang terusir oleh bangsa Mesin. Yah Yahudi dan nasibnya sebagai koloni ke -5, sebuah bangsa yang tidak mempunyai tanah air haruslah menjadi pelajaran sejarah dunia. Seringkali kekuatan-kekuatan besar dan paling berpengaruh di bumi ini berasal dari orang-orang yang dalam bahasa Jawa “Kepepet” .

3 komentar:

  1. LuLuK on February 4, 2009 4:39 AM

    Ruwet sekali memang dan bakal susah banget mengurai benang kusut pertikaian di dunia umumnya dan di timteng khususnya. Ditambanh dangan polesan sejarah yang panjang plus banyak kontroversi yang ga kalah ruwetnya. Dan cerita kakak ini nambah 1 lagi versi yang pernah saya dengar.

    Kesimpulan : banyak banget konflik di dunia yang berlatar belakang ekonomi dan sifat hasad manusia. Ya, Allah, segitu tamaknya makhluk-makhlukmu ini… Semoga bisa jadi pelajaran.

    Lanjut. Karena klo nyari siapa yang salah dan wajib bertanggungjawab sama nyasarnya Israel ke wilayah palestina terus jadi konflik yang ga slese2 ga bakal ketemu, lebih arif klo coba2 menerawang gmn masa depan dunia kali ya… Jelas ga bisa gitu ajah ngapus Israel dari peta dunia kaya’ yang Ahmadinejad bilang (tapi jujur, saya ngefans sama dia, hehe). Hidup berdampingan dengan rukun selayaknya tetangga bisa jadi, tapi akan sangat sulit. Saya pikir, klo israelnya manis, rakyat palestin bisa ikhlas ngasih (hiks,, sayangnya terlalu banyak) tanahnya ke mereka. Tapi sepertinya sulit lagi, Allah sendiri banyak mengisahkan di Al-Qur’an bagaimana ‘kelewat’ cerdas (baca:culas) nya kaum yahudi. Kaya’ yang pernah kakak bilang, mereka ga eksis klo ga ngajak ribut! Hehe… Jadi, harusnya sebagai bentuk tanggung jawab atas kesalahan sejarah yang mereka lakukan, amerika dan eropa serius memperjuangkan kedamaian di sana, bukan Cuma milik bangsa palestina, tapi juga yahudi kan? Sayangnya, kaya’nya bakal makin susah nih. Serem banget denger berita ttg kampanye pilpres di Israel. Senjata buat narik dukungan itu lho : akulah yang banyak berjasa atas penyerangan ke palestin! Innalillahi,,, dimana nurani, ngebunuh ribuan nyawa kok dibanggain… Klo yahudi dan amerika masih saja arogan, tinggal nunggu dunia bersatu dan marah bareng-bareng! (mungkin ga sih?)

    Yowislah,,, nyanyi dulu aja ah… perdamaian-perdamaian 1000x,,, banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai. Bingung-bingung ku memikirnya…
    ^^V

     
  2. Mak' ya On The Spot on March 31, 2009 3:04 AM

    Duh, ngga donk,,,

     
  3. Anonymous on December 29, 2011 11:51 AM

    Obyektif. Saya suka Pramoedya.

     

NO Corruption

NO Corruption

Letsdiscuss.


ShoutMix chat widget
bloguez.com

Gigih Pribadi

Gigih Pribadi

Followers

Navigation