
Menjadi Dewasa adalah Kepastian
Adanya keseimbangan akal dan jiwa akan melahirkan manusia yang dewasa, yang lebih bijak dalam menata dan memandang kehidupannya. Asupan yang dibutuhkan oleh akal sudah pasti adalah pengetahuan yang bisa kita dapat dari berbagai sumber.
Sering berdiskusi dan bertukar pikiran dengan orang lain juga akan memperluas wawasan sekaligus mempertajam kemampusn berpikir. Jika otak kita terlatih untuk terus belajar dan berpikir, meskipun usia bertambah, kita tidak perlu khawatir akan menjadi orang yang ‘telmi’ atau telat mikir.
Kebutuhan bagi jiwa dapat kita penuhi dengan mendekatkan diri dan selalu ingat kepada Tuhan. Dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepadaNya, jiwa dan pikiran akan menjadi tenang. Jiwa kita juga akan terbiasa untuk mengandalikan emosi, mudah tergerak untuk membantu orang lain, dan pandai bersyukur. Ada beberapa hal yang juga bisa kita lakukan untuk memperkaya jiwa dan meriangkan hidup.
Yang pertama, menghindarkan stres karena hidup yang penuh tekanan akan merusak kesehatan, merusak tubuh dan wajahpun menjadi nampak semakin tua. Stres merupakan salah satu faktor risiko dari berbagai penyakit seperti stroke, asma, darah tinggi, penyakit jantung dan lain-lain.
Kedua, tersenyum dan tertawa dengan tulus karena akan memperbaiki mental dan fisik secara alami. Kita akan menjadi pribadi yang tampak lebih menarik dan lebih disukai orang lain. Tertawa membantu memandang hidup dengan positif, membantu mengendalikan emosi kita yang tinggi dan juga untuk melemaskan otak kita dari kelelahan. Tertawa dan senyum murah tidak perlu membayar tapi dapat menadikan hidup ceria, bahagia, dan sehat.
Ketiga, berekreasi untuk menghilangkan kelelahan setelah beraktivitas. Rekreasi tidak harus mahal, dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan. Kegiatan ini akan lebih menyenangkan bila dilakaukan bersama keluarga atau rekan-rekan kita. Rekreasi dapat menyegarkan otak, pikiran dan melemaskan otot yang telah lelah karena aktivitas sehari-hari.
Terakhir, mempertahankan hubungan antar sesama yang sehat. Hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-teman akan menjadikan kita sehat secara sosial, karena hidup sehat bukan hanya sehat jasmani dan rohani saja. Keberadaan kita akan terasa lebih berarti yang selanjutnya akan mendorong seseorang untuk menjaga, mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya karena ingin lebih lama menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai dan disayangi.
Gaya hidup sehat seharusnya bukan hanya menjadi milik mereka yang mengaku modern dan tinggal di kota-kota besar, tetapi seharusnya juga melekat dengan keseharian mereka yang hidup lebih tradisional. Karena gaya hidup yang salah dewasa ini, penyakit jantung misalnya, bukan hanya milik golongan berada, tetapi juga banyak menimpa golongan menengah ke bawah.
Semua manusia butuh sehat, apalagi di usia yang beranjak senja. Konsep baru ilmu kedokteran anti penuaan perlu disebarluaskan untuk mendukung terbentuknya pribadi yang berkualitas, sehat secara fisik dan matang secara psikis, meskipun usia terus merambah naik. Konsep ini mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga kesehatan dan berpikir positif.
Masa tua memang akan menyapa siapa saja, tapi mempersiapkan masa tua yang berkualitas dan produktif sedini mungkin akan menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi kita di kemudian hari. Masa tua tidak lagi identik dengan berbagai penyakit dan ketidakberdayaan.
Penyebarluasan konsep cemerlang ini menurut saya sangat diperlukan agar tidak ada lagi istilah ‘penyakit tua’ di masyarakat dan orang tua tidak lagi menjadi beban bagi orang lain. Penting untuk diingat bahwa upaya memperlambat penuaan tidak hanya melulu menghilangkan kerutan di wajah dan upaya estetika yang lain, tetapi juga bagaimana membentuk pikiran dan jiwa yang positif dan senantiasa bersemangat.
Upaya seperti yang telah disebutkan di atas sebenarnya sangat mudah dilakukan dan tidak mahal. Tinggal ada atau tidak kemauan yang keras untuk merubah semua kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat. Dengan tekad kuat untuk bergaya hidup sehat, kalimat “Menjadi tua adalah pilihan, tetapi menjadi dewasa adalah kepastian” tidak terdengar aneh lagi, bukan?
Saya jadi membayangkan bagaimana masa tua saya nanti, mengawali pagi dengan berjalan-jalan di sekitar rumah, mengisi hari dengan membaca buku, berkebun, atau beraktifitas sosial, dan menutup malam dengan kehangatan bersama anak dan cucu. Sangat indah. Namun ada pertanyaan yang mengusik juga : akankah saya hidup sampai tua?
Ya, sampai kapan usia kita hanya Tuhan yang tahu. Dia telah memerintahkan kita untuk senantiasa berbuat yang terbaik, termasuk untuk kesehatan diri kita sendiri. Memelihara kesehatan jiwa dan raga untuk mempersiapkan masa tua yang berkualitas juga bisa menjadi tanda syukur kita kepadaNya, meski mungkin usia kita tidak sampai benar-benar tua.
www.gigihpribadi.blogspot.com
Tulisan ini ditulis oleh salah satu adik saya yang juga calon dokter luar biasa, untuk mengikuti perlombaan essai competition di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan menjadi salah satu finalisnya. Dengan judul aslinya “MENJADI TUA ADALAH PILIHAN, MENJADI DEWASA ADALAH KEPASTIAN” : SLOGAN HIDUP SEHAT UNTUK HARI ESOK YANG BERKUALITAS.
Ayo Kita Persiapkan Masa Tua di Saat Kita Muda! (bag. 3)
by Gigih Pribadi | 5:17 AM in Tulisan Tamu |
2 komentar:
-
Mak' ya On The Spot
on
March 31, 2009 2:36 AM
First Comment dr kakakmu tercinta... hahahaha lebai...
Soal apa sie nie?
aduh... udah sore... loading lambat, pentium 2... br baca smua yg bag 3 dngn sdkt kecapean...
(stlh 30 dtk)ooo berarti alasannya karena kebutuhan, yg buat kt pasti dewasa. mmm bagaimana pembaca?? hehe ngikut aja... donk2an dewasanya kl lg mood... -
Mak' ya On The Spot
on
March 31, 2009 2:38 AM
Smoga juara ya.... ^_^
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



Post a Comment